Kamis, 11 Desember 2008

Malaikat Itu Bernama "Ibu"

Suatu ketika..
seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkannya, ia bertanya kepada Tuhan. " Para melaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia. Tapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah" kata si bayi
Tuhan menjawab, "Aku telah memilih satu malaikat untukmu. ia akan menjaga dan mengasihimu"

"Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cukup bagi saya untuk bahagia" Demikian kata si bayi
Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia"

Si bayi pun bertanya kembali "Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada- Mu?" Sekali lagi Tuhan menjawab, "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo'a"

Si bayi masih belum puas. ia pun bertanya lagi, "Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya ?" Dengan penuh kesabaran Tuhan menjawab,"Malaikatmu akan melindungimu bahkan dengan taruhan jiwanya sekalipun"

Si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, "Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi" Dan Tuhan pun menjawab, "Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku. walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu"

Saat itu surga begitu tenangnya. sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, "Tuhan... Jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti ?" Tuhanpun menjawab, "Kamu dapat memanggil malaikatmu.. . IBU"

Kenanglah ibu yang menyayangimu. Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi... Ingatkah engkau, ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu

Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu? Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit ?

Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf padanya yang selalu rindu akan senyumanmu. Jangan sampai kau kehilangan saat-saat yang kau rindukan di masa datang.

Ketika ibu telah tiada... Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita. Tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia. Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya. Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya. Tak ada lagi. Dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata mendo'akanmu disetiap hembusan nafasnya.

Kembalilah segera.. peluk ibu yang selalu menyayangimu. .. Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik untuk ibu.

I Love U Mom.............

Selasa, 09 Desember 2008

Untuk Direnungkan

Assalamualikum....

Hari ini suami ku tercinta memberi tahu aku website yang sedang dia baca dan setelah ku baca ternyata ada cerita yang bagus banget. Mungkin cerita ini bisa dibaca untuk menambah bahan renungan kita.

Begini ceritanya......... :)

Ada seorang gadis sholehah yang selalu shalat tahajud dan ibadah2 lainnya, orang tuanya telah mendesak sigadis agar segera menikah dan telah banyak pria disodorkan kepada sigadis agar ia mau menikah, tetapi sigadis menolak.pada pilihan kesekian akhirnya sigadis menerima pria pilihan ibunya, ibunya mengatakan bahwa pria ini adalah pria yang soleh.

singkat kata mereka menikah, setelah menikah baru ketahuan bahwa apa yang dikatakan ibunya tidak terbukti sang suami adalah pria yang fasik tidak memperdulikan perintah dan larangan agama, sang istri telah mengingatkan berkali2 tetapi tetap tidak ada perubahan.

Hingga suatu ketika ketika sang suami pulang larut malam ia menemukan istrinya sedang shalat tahajud dan mendengar doa istrinya yang berdoa sambil menangis:"...Ya Allah, sesungguhnya saya mencintai suami saya karena engkau, engkaulah pemilik hati2 hambamu, engkaulah yang berkuasa membolak balikkan hati hamba-hambanmu, berilah hidayah kepada suami hamba, agar ia dapat menjadi teladan dalam keluarga ini agar ia dapat memimpin hamba yang lemah ini menuju Engkau ya Allah..."sang suami yang mendengar rintihan sang istri secara diam2 ini menajdi lunak hatinya dan menyesal atas apa yang telah diperbuatnya selama ini, dan selanjutnya ia bertobat.

Dari cerita singkat ini kita bisa ambil pelajaran apa kita sudah benar2 mengusahakan segala usaha untuk mempertahankan agar pernikahan ini tetap utuh? agar cinta ini tumbuh? apakah kita sudah intropeksi mungkin saja kesahan ada pada kita ?

So bagi yang sedang mengalami surutnya cinta dalam rumahtangga cobalah pertahankan pernikahan itu karena Tuhan. niatkan karena Tuhan. Jadi langkah kamupun akan dibimbing oleh NYA.

Terimakasih suamiku kamu buat aku tambah bersemangat untuk menjaga rumahtangga kita yang telah kita perjuangkan selama ini.

Sabtu, 06 Desember 2008

SeDiH...

Entah apa yang bisa aku ungkapkan di catatan ku ini, mengapa beberapa waktu belakangan ini semuanyan begitu terasa semakin begitu berat dan begitu menyiksa. Entah apakah karna aku kurang mempunyai kesabaran untuk menghadapi cobaan yang sedang dihadiahkan padaku oleh Rabbi ku atau mungkin ini memang balasan atas semua yang pernah aku lakukan dimasa lampau. Mengapa setelah ku yakin akan kemana arah yang akan kutuju ternyata begitu sulit mewujudkan semua yang telah aku impikan. Ketika aku yakin akan cinta dan kasih ku terhadap suamiku tercinta ternyata begitu sulitnya menumbuhkan hal yang sama pada suami ku.

Kadang aku merasa mengapa wanita terlalu mudah untuk menangis ada terkadang aku sangat benci menangis tapi apakah mungkin setelah semuanya harus aku tanggung sendiri dan tidak ada seseorang pun yang bisa kuajak berbagi bahkan pada orang tua ku sendiri.

Ya Rabbiku jika aku boleh memohon sudahilah cobaan ini, aku sungguh tidak berdaya jika harus terus menerus tidak melihat senyum dan canda suami ku. Jika boleh sekali ini hamba meminta tumbuhkanlah rasa cinta kasih di hati suamiku dan izinkanlah kami membangun surga kami di dunia dan untuk akhirat kami kelak.

Yah.... mungkin di antara sakit dan perih ini Engkau memberikan kekuatan yang luar biasa pada hambaMu yang penuh kenistaan. Ya Allah ku tercinta ku mohon jangan tinggalkan ku dalam keadaan seperti ini karna hanya Engkau yang paling mengerti aku.